Ekonomi Kreatif Indonesia yang Punya Potensi Tinggi

Ekonomi Kreatif Indonesia yang Punya Potensi Tinggi

Apakah kamu pernah tergoda membeli berbagai macam kerajinan tangan? Kalau iya, maka itu suatu hal yang wajar, karena salah satu contoh ekonomi kreatif Indonesia itu memang memiliki nilai seni yang tinggi.

Sudah banyak lho hasil karya pengrajin lokal yang tembus ke pasar dunia. Tidak heran kalau kerajinan tangan jadi salah satu produk kreativitas yang menguntungkan negara.

Pengertian dan Karakteristik Ekonomi Kreatif

Secara sederhana, ekonomi kreatif adalah konsep yang mengandalkan kreativitas manusia dalam kegiatan ekonomi. Kreativitas memang nggak main-main dan punya peranan penting. Ide-ide yang terus dieksplor bisa jadi kunci untuk mengembangkan ekonomi.

Walaupun lagi populer banget akhir-akhir ini, istilah ekonomi kreatif ternyata sudah mencuat dari lama. John Howkins itulah orang yang mengenalkan lewat bukunya yang berjudul “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas”.

Intinya sih di buku itu, John Howkins menegaskan kalau segala gagasan yang punya nilai jual tinggi bakal jadi tumpuan untuk peningkatan aktivitas ekonomi. Dampaknya ngena banget dalam hal keuntungan. Jadi nggak heran kalau ekonomi kreatif semakin digiatkan oleh pemerintah.

Ekonomi yang basisnya kreativitas dan inovasi ini cocok dipakai di era Revolusi Industri 4.0. Kombinasi teknologi digital dan jaringan inet bisa dijadikan booster yang efektif.

Karakteristik ekonomi kreatif alias ekraf antara lain:

  1. Pengetahuan dan ide-ide segar jadi faktor utama
  2. Perlu dukungan berupa talenta dan keahlian yang sesuai
  3. Produk yang dihasilkan biasanya baru, unik, kekinian dan inspiratif
  4. Produk bisa dijual di toko fisik ataupun toko online
  5. Tensi persaingan yang cukup tinggi antar seller

Sejak Kapan Munculnya Ekonomi Kreatif di Indonesia? 

Dunia mengenal ekonomi kreatif sejak 2001 lalu sedangkan geliatnya mulai kelihatan di Indonesia saat Pak SBY memimpin. Jumlah pelaku usaha kreatif meningkat drastis dari yang tadinya 50 juta unit jadi sekitar 60 juta unit.

Kamu pasti pernah dengar tentang Bekraf, kan? Nah, alasan terbentuknya Bekraf atau Badan Ekonomi Kreatif Indonesia adalah karena semakin membludaknya pelaku usaha sehingga perlu ada pihak yang mengurus.

Jadilah pada tanggal 20 Januari 2015, Bekraf diresmikan oleh Presiden Jokowi. Misi utamanya meliputi pengembangan UMKM, pemberian bantuan dana, pendaftaran hak cipta gratis, dan pemberian bantuan hukum.

Lalu, ada berapa sih sektor di bawah naungan Bekraf itu? Totalnya ada 16, yaitu:

  1. Desain Interior
  2. Arsitektur
  3. Fotografi
  4. Kuliner
  5. Kriya
  6. Musik
  7. Fashion
  8. Aplikasi dan Game Developer
  9. Film, Animasi dan Video
  10. Penerbitan
  11. Periklanan
  12. Seni Rupa
  13. Radio dan Televisi
  14. Seni Pertunjukan
  15. Desain Komunikasi Visual
  16. Desain Produk

Berhubung Presiden Jokowi punya kebijakan baru, Bekraf sudah tidak ada lagi sekarang. Bukan bubar sih, lebih tepatnya digabung dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan web officioanya di https://www.kemenparekraf.go.id/.

Usaha pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan ekraf tidak kenal lelah. Bahkan Indonesia sukses lho jadi tuan rumah The World Conference on Creative Economy (WCCE) pada bulan November 2018.

Bagi yang belum tahu, WCCE adalah konferensi tingkat global yang membahas ekonomi kreatif. Momen itu merupakan pemecut bagi Indonesia untuk lebih giat melakukan langkah nyata.

Jenis Ekonomi Kreatif Paling Berpotensi di Indonesia 

Kesempatan ekraf untuk memajukan ekonomi Indonesia terbuka lebar. Bayangkan saja, Indonesia itu punya sejuta keunikan di sisi kesenian, budaya sampai kuliner. Disokong juga oleh SDM terutama kalangan anak muda yang punya segudang ide dan lagi semangat berkarya.

Dengan adanya ekraf, manfaat yang bakal Indonesia dapat yakni:

  • Mampu menambah lapangan pekerjaan biar nggak ada lagi pengangguran
  • Nilai ekspor makin tinggi
  • Pasar Indonesia makin menggiurkan dan bisa bersaing dengan negara lain
  • Kualitas hidup masyarakat semakin sejahtera

Dikit-dikit sih memang sudah terbukti sebab Indonesia ada di ranking ketiga sebagai negara yang praktik ekonomi kreatifnya punya andil besar. Sumbangan ekraf untuk perekonomian negara sekitar 7,30%.

Ke-16 jenis ekraf yang tadi sudah disebutkan, punya peluang yang sama-sama besar. Tapi, ada top 3 sektor ekonomi kreatif Indonesia yang bisa dibilang paling gede keuntungannya. Ketiganya adalah kuliner, fashion dan seni kerajinan.

Fashion jadi sektor yang ada di awal dengan sumbangan ekspor sebesar 100 miliar rupiah lebih. Sektor kerajinan ada di urutan kedua sebanyak 6 miliar rupiah dan terakhir adalah sektor kuliner sebanyak 1 miliar rupiah lebih.

Besaran kontribusi dari usaha di bidang ekonomi kreatif dijamin akan terus naik. Syaratnya cuma tiga, yaitu peningkatan kualitas produk, pemaksimalan teknologi digital dan dukungan pemerintah.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *